Jumat, 06 September 2013

LIVE WHILE WERE YOUNG



Hey girl I'm waiting on ya, waiting on ya
Hei, gadis, aku menunggumu, menunggumu
Come on and let me sneak you out
Ayolah dan biarkan aku membawamu keluar
And have a celebration, a celebration
Dan bersenang-senang
The music up the windows down
Keraskan musik, tutup jendela

{Zayn}
Yeah, we'll be doing what we do
Yeah, kita kan lakukan apa yang biasa kita lakukan
Just pretending that we're cool
Berpura-pura kita keren
And we know it too
Dan kita juga tahu 
Yeah, we'll keep doing what we do
Yeah, kita kan terus lakukan yang biasa kita lakukan
Just pretending that we're cool
Berpura-pura kita keren
So tonight
Jadi malam ini

CHORUS
Let's go crazy, crazy, crazy till we see the sun
Mari gila-gilaan hingga mentari terbit
I know we only met but let's pretend it's love

Aku tahu kita baru bertemu, tapi mari berpura-pura ini cinta

And never, never, never stop for anyone
Dan jangan pernah berhenti karena siapapun
Tonight let's get some and 
live while we're young
Malam ini mari kita nikmati waktu dan bersenang-senang selagi kita masih muda
And live while we're young
Dan bersenang-senang selagi kita masih muda
Tonight let's get some
Malam ini mari kita nikmati waktu
And live while we're young
Dan bersenang-senang selagi kita masih muda

{Zayn}
Hey girl, it's now or never, it's now or never
Hei gadis, sekarang atau tak sama sekali
Don't over think just let it go
Jangan terlalu dipikirkan, santai saja
And if we get together, yeah, get together
Dan jika kita bersama, yeah, bersama
Don't let the pictures leave your phone
Jangan sampai gambar-gambar itu hilang dari hapemu
Oooh

{Niall}
Yeah, we'll be doing what we do
Yeah, kita kan lakukan apa yang biasa kita lakukan
Just pretending that we're cool
Berpura-pura kita ini keren
So tonight
Jadi malam ini

CHORUS

{Zayn}
And girl, you and I, we're bout to make some memories tonight
Dan gadis, kau dan aku, kita kan guratkan kenangan malam ini

{Louis}
I wanna live while we're young
Aku ingin bersenang-senang selagi kita masih muda
We wanna live while we're youn-
Kita ingin bersenang-senang selagi kita masih muda

CHORUS

Crazy, crazy, crazy till we see the sun
Gila-gilaan hingga mentari terbit
I know we only met but let's pretend it's love
Aku tahu kita baru bertemu tapi berpura-puralah ini cinta
And never, never, never stop for anyone
Dan jangan pernah berhenti karena siapapun
Tonight let's get some and live while we're young
Malam ini mari kita nikmati waktu dan bersenang-senang selagi kita masih muda

(Wanna live, wanna live, wanna live...)
(Ingin bersenang-senang)

{Harry}
Young! We wanna live while we're young
Muda! Kita ingin bersenang-senang selagi kita masih muda

{All}
Tonight let's get some
Malam ini mari kita nikmati waktu

{Zayn}
And 
live while we're young 
Dan bersenang-senang selagi kita masih muda





Sabtu, 09 Maret 2013

mading sekolah

hahahaa ,,
campur aduk gae mading ,,
setumpuk try out buat ujian ,,
dikejar-kejar presentasi senam ampek pulang jam setengah 8 malem ,,bikin frustasi ,,
tapi acara yang sibuk diakhiri dengan karya-karya teman-teman ,,
asikk banget ,,,




Senin, 04 Februari 2013

cerita luchu tugas mading

Penjual Minyak Wangi dan Seuntai Kalung
Seorang pemuda tiba di Baghdad dalam perjalanannya menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Ia membawa seuntai kalung senilai seribu dinar. Ia sudah berusaha keras untuk menjualnya, namun tidak seorang pun yang mau membelinya. Akhirnya ia menemui seorang penjual minyak wangi yang terkenal baik, kemudian menitipkan kalungnya. Selanjutnya ia meneruskan perjalanannya.
Selesai menunaikan ibadah haji ia mampir di Baghdad untuk mengambil kembali kalungnya. Sebagai ucapan terima kasih ia membawa hadiah untuk penjual minyak wangi itu.
“Saya ingin mengambil kembali kalung yang saya titipkan, dan ini sekedar hadiah buat Anda,” katanya.
“Siapa kamu? Dan hadiah apa ini?,” tanya penjual minyak wangi.
“Aku pemilik kalung yang dititipkan pada Anda,” jawabnya mengingatkan.
Tanpa banyak bicara, penjual minyak wangi menendangnya dengan kasar, sehingga ia hampir jatuh terjerembab dari teras kios, seraya berkata, “Sembarangan saja kamu menuduhku seperti itu.”
Tidak lama kemudian orang-orang berdatangan mengerumuni pemuda yang malang itu. Tanpa tahu persoalan yang sebenarnya, mereka ikut menyalahkannya dan membela penjual minyak wangi. “Baru kali ada yang berani menuduh yang bukan-bukan kepada orang sebaik dia,” kata mereka.
Laki-laki itu bingung. Ia mencoba memberikan penjelasan yang sebenarnya. Tetapi mereka tidak mau mendengar, bahkan mereka mencaci maki dan memukulinya sampai babak belur dan jatuh pingsan.
Begitu siuman, ia melihat seorang berada di dekatnya. “Sebaiknya kamu temui saja Sultan Buwaihi yang adil; ceritakan masalahmu apa adanya. Saya yakin ia akan menolongmu,” kata orang yang baik itu.
Dengan langkah tertatih-tatih pemuda malang ini menuju kediaman Sultan Buwaihi. Ia ingin meminta keadilan. Ia menceritakan dengan jujur semua yang telah terjadi.
“Baiklah, besok pagi-pagi sekali pergilah kamu menemui penjual minyak wangi itu di tokonya. Ajak ia bicara baik-baik. Jika ia tidak mau, duduk saja di depan tokonya sepanjang hari dan jangan bicara apa-apa dengannya. Lakukan itu sampai tiga hari. Sesudah itu aku akan menyusulmu. Sambut kedatanganku biasa-biasa saja. Kamu tidak perlu memberi hormat padaku kecuali menjawab salam serta pertanyaan-pertanyaanku,” kata Sultan Buwaihi.
Pagi-pagi buta pemuda itu sudah tiba di toko penjual minyak wangi. Ia minta izin ingin bicara, tetapi ditolak. Maka seperti saran Sultan Buwaihi, ia lalu duduk di depan toko selama tiga hari, dan tutup mulut.
Pada hari keempat, Sultan datang dengan rombongan pasukan cukup besar. “Assalamu’alaikum,” kata Sultan.
“Wa’alaikum salam,” jawab pemuda acuh tanpa gerak.
“Kawan, rupanya kamu sudah tiba di Baghdad. Kenapa Anda tidak singgah di tempat kami? Kami pasti akan memenuhi semua kebutuhan Anda,” kata Sultan.
“Terima kasih,” jawab pemuda itu acuh, dan tetap tidak bergerak.
Saat Sultan terus menanyai pemuda ini, rombongan pasukan yang berjumlah besar itu maju merangsak. Karena takut dan gemetar melihatnya, si penjual minyak wangi jatuh pingsan. Begitu siuman, keadaan di sekitarnya sudah lengang. Yang ada hanya sang pemuda, yang masih tetap duduk tenang di depan toko. Penjual minyak wangi menghampirinya dan berkata:
“Sialan! Kapan kamu titipkan kalung itu kepadanya? Kamu bungkus dengan apa barang tersebut? Tolong bantu aku mengingatnya.”
Si Pemuda tetap diam saja. Ia seolah tidak mendengar semuanya. Penjual minyak wangi sibuk mondar-mandir kesana kemari mencarinya. Sewaktu ia mengangkat dan dan membalikkan sebuah guci, tiba-tiba jatuh seuntai kalung.
“Ini kalungnya. Aku benar-benar lupa. Untung kamu mengingatkan aku,” katanya.

Selasa, 18 Desember 2012

PENTAS SENI PUTRI

mengabadikan setiap momen istimewa :D



Di dalam gedung hijau terdapat para gadis pelajar SMA menampilkan kelebihan mereka ,,
acara yang setiap tahun diselenggarakan ini di sambut dengan antusias para penghuni gedung hijau ,,
berbagai acara ada ,,tapi kali ini acaranya berbeda dengan acara yang kemaran ,,,
kalau tahun kemarin kental dengan kejawen ,,tp tahun ini kental dengan ISLAM'y ,,
pembuka pentas seni ini ,,MUSIC ART ,,,dibintangi oleh para senior klothek'an ,,
setelah itu dilanjutkan dengan MUROTAL AL-QUR'AN yang cedarrrrrr membahana ,,,
dan inilah acara yang ditunggu-tunggu oleh para penghuni gedung hijau ,,
KETHOPRAk
















Tak lupa ada persembahkan lagu untuk mereka :
"terangkai kisah cerita kita
menjadi bingkai kenangan kita
sampai nanti kan ku rasakan
kau'lah SAHABAT PERJUANGAN"


Sabtu, 01 Desember 2012

hati berontak ,,
oleh 1 sosok istimewa ,,
sosok yang taklukan jiwa ini ,,
sosok yang mampu menyembuhkan resah hati ini ,,,
mimpi ,,,kau begitu cantik terukir ,,
tapi kenapa ,,
ada 1 sifat yang menghalangi ku untuk selalu tak menggapai mimpi itu ,,,
q berdiri tersenyum dengan lemah ,,
tapi tetap pada satu prinsip ku ,,menuju ujung cakrawala

Jumat, 21 September 2012

lumut berduka

sebuah kenangan tentang kita ,,wahai sahabat ,,,
tentang sumbangan tawa ,,sumbangan air mata ...
sumbangan pengkhianatan dan sumbangan penuh kasih sayank ,,,1 tahun berlalu di gedung lumut kau siapa ??emangnya aku teman mu ???memang aku kenal kamu????acara ini hanya untuk anak IPS??acara ini hanya untuk anak IPA??begitu parahnya sehingga segalanya ditentukan oleh kasta jurusan??5 bulan sebelum ujian nasionalmaaf teman aku harus pergi ,,,maaf teman aku harus pindah dari sini karna peraturan yang tak sanggup aku taat'i ,,maaf teman aku pindah demi mencari jati diri ,,,maaf teman aku pindah karena sanksi sekolah yang aku jalani ,,maaf teman aku pindah karena orang tua ku ,,maaf teman aku mencintai kalian ,,#lumut berduka

Rabu, 08 Agustus 2012

komik islami versi boarding school

" Guard you eyes "

Penyunting naskah : Nikmah ajah
penyunting gambar : tiefa usagi